Thursday, 9 May 2013

Penerimaan CPNS DKI

Penerimaan CPNS DKI - Selain sebagai sebuah kewajiban yang sesungguhnya tidak tertulis, bekerja, apapun bentuknya, yang penting tidak dilakukan atas dasar merugikan orang lain, merupakan impian bagi banyak masyarakat. Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan dapat dilihat dari peminat atau pencari kerja yang secara jumlah tidak pernah sedikit. Para pencari kerja tersebut datang dari latar belakang yang berbeda. Meskipun demikian, mereka memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama memiliki harapan yang tinggi untuk dapat menjadi bagian dari salah satu perusahaan yang sedang menawarkan pekerjaan.
Seperti yang telah disebutkan di atas, para pencari kerja tersebut datang dari banyak latar belakang. Latar belakang itu nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk menentukan pelamar yang akan diterima. Para pencari kerja biasanya juga sudah lebih dulu mencocokkan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan dengan latar belakang yang dimilikinya. Sehingga, secara otomatis, antara para pencari kerja dan pekerjaan yang ditawarkan sudah terkotak-kotak dengan sendirinya. Berikut ini adalah beberapa latar belakang para pencari kerja yang umum ditemui.
a)      Usia
Usia menjadi salah satu latar belakang yang beranekaragam pada setiap pencari kerja. Meskipun memang perbedaannya tidak terlalu banyak, karena hal ini nantinya berhubungan dengan usia produktif kerja pada manusia. Usia produktif pencari kerja berkisar dari belasan hingga puluhan tahun. Khusus untuk pencari kerja lulusan terbaru dari sebuah lembaga pendidikan, misalnya SMA atau perguruan tinggi, usia para pencari kerja berkisar antara 17-24 tahun. Kriteria ini biasanya juga sudah ditetapkan oleh perusahaan.
Usia maksimal pencari kerja tanpa pengalaman dan dengan pengalaman tentu saja berbeda. Pencari kerja tanpa pengalaman, usia maksimal yang masuk dalam kriteria umumnya 24 tahun. Sementara untuk pekerja berpengalaman, usia cenderung tidak dibatasi. Secara umum, usia produktif manusia berkisar antara 15-64 tahun. Hal ini sudah diatur dalam Undang-undang Tenaga Kerja. Siapa pun yang memperkerjakan seseorang di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun, berarti ia telah menyalahi aturan dalam Undang-undang Tenaga Kerja Indonesia.


Penerimaan CPNS DKI


b)      Pendidikan
Upaya mendapatkan kerja yang dilakukan oleh para pencari kerja, sebelumnya diikuti dengan serangkaian pendidikan yang berjenjang. Seperti yang sama-sama diketahui, jenjang pendidikan yang diselenggarakan, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta di Indonesia ini meliputi TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas) dan perguruan tinggi. Jenjang-jenjang tersebut seolah merupakan tangga yang harus dilalui seseorang untuk dapat sampai pada tahap mendapatkan kerja. Setidaknya, hal itulah yang umumnya terjadi pada sebagian besar masyarakat.
Pandangan bahwa pendidikan merupakan tangga yang harus dilalui untuk sampai pada tahapan berstatus karyawan atau pekerja, tidak jarang juga banyak dimentahkan oleh beberapa fakta di lapangan. Kenyataanya, ada beberapa pihak yang tanpa melalui tahapan tersebut, juga bisa mendapatkan pekerjaan. Bahkan, tidak jarang, mereka justru adalah pihak-pihak yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang banyak.
Tokoh yang tidak sempat mengenyam pendidikan sampai selesai dan malah berjaya hingga berhasil membuka lapangan kerja bagi banyak orang salah satunya adalah pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Ia adalah hasil DO dari Universitas Harvard. Namun, meskipun dikeluarkan dan secara resmi tidak lagi mendapatkan materi, ia bisa menjadi CEO termuda. Di bawahnya, banyak orang-orang berpendidikan mencari makan. Mark berhasil menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain tanpa harus menyelesaikan pendidikan.
Indonesia juga memiliki tokoh yang seperti ini. Anda tahu Anne Avantie? Sosok wanita yang terkenal karena rancangan kebaya modernnya hingga ke luar negeri? Beliau bukan seorang dengan bekal ijazah dari sekolah-sekolah tinggi mode. Beliau bahkan hanya sempat mengenyam pendidikan hingga bangku SMP. Namun kini, Anne Avantie, namanya diperhitungkan hingga luar Indonesia.
Cerita terjadi sebaliknya, ketika banyak sarjana-sarjana dengan ilmu yang memadai tetapi statusnya masih pengangguran. Kalau pun bekerja, gaji yang didapatkan masih belum memenuhi kebutuhan. Hal ini semacam penegasian dari pernyataan bahwa pendidikan merupakan salah satu syarat yang dibutuhkan dalam mencari uang.
Meskipun demikian, sistem perekrutan tenaga kerja di Indonesia ini, masih sangat mengandalkan ijazah. Sehingga, pendidikan memiliki peranan yang penting jika Anda ingin menjadi seorang pekerja. Beda halnya jika Anda memang bercita-cita menjadi pengusaha, menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri. Pendidikan, mungkin hanya berfungsi untuk meluaskan jaringan dengan menambah banyak teman.
c)      Kualitas
Lamaran pekerjaan yang informasinya banyak tersebar di berbagai media, baik, elektronik atau cetak, sangat bervariasi. Para pencari tenaga kerja tersebut tidak hanya sebatas mereka yang membutuhkan tenaga sarjana dan orang-orang dengan ijazah tinggi. Oleh karena itu, pada akhirnya, latar belakang para pencari kerja yang berhubungan dengan kualitas pelamarnya pun jadi beragam. Berikut ini adalah kategori untuk para pencari kerja berdasarkan kualitas yang dimiliki.
·         Tenaga kerja terdidik. Tenaga kerja kategori ini adalah mereka yang mendapatkan pendidikan di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi. Mereka mendapatkan keahlian dalam satu bidang tertentu melalui pelajaran yang didapatkan dari lembaga pendidikan tersebut. Tenaga kerja yang tergolong dalam terdidik ini antara lain editor, guru, akuntan dan lainnya.
·         Tenaga kerja terampil. Tenaga kerja yang terampil adalah mereka yang memiliki suatu keahlian berdasarkan pengalaman yang telah dilalui. Tenaga kerja kategori ini membutuhkan ketelatenan, karena hanya dengan itu, mereka dapat mengasah keterampilan yang dimiliki. Tenaga kerja yang tergolong dalam terampil ini antara lain tukang bangunan, pembuat kue, koki, dsb.
Ketiga latar belakang yang telah disebutkan di atas, merupakan latar belakang umum yang dimiliki oleh para pencari kerja, sekaligus menjadi pertimbangan tersendiri bagi para pencari tenaga kerja untuk memperkerjakan para pencari kerja tersebut. Selain ketiga latar belakang itu, hal lain yang biasanya menjadi pertimbangan tersendiri adalah pengalaman kerja, pengalaman dalam berorganisasi, dan keahlian tambahan yang dimiliki, misalnya, bahasa Inggris.
Baca juga artikel mengenai Penerimaan CPNS Kementerian Hukum dan HAM

No comments:

Post a Comment